Selasa, 11 September 2012

An mateur photographer: animals

 My first post on September... HAI! Aku mau curhadth dund. Beberapa bulan lalu, gue di perbolehkan memakai kamera lohhh~ kebetulan gue sudah dari SMP berniat jadi fotografer, tapi baru sekarang kesampean bisa bergulat langsung dengan kameranya. Karena gue lagi suka ngambil objek makhluk hidup, jadi mereka yang gue jadiin model. Abis kalo temen-temen gue banyak protesnya sik. So, here they are..... Click to enlarge.

Senin, 14 Mei 2012

Nostalgia

Aku yang memikirkan, namun aku tak banyak berharap
Kau membuat waktuku tersita dengan angan tentangmu
Mencoba lupakan, tapi ku tak bisa
Mengapa begini?

Alunan lembut suara Monita menemaniku bernostalgia malam ini. Mengingat tentang kejadian dua bulan belakangan ini, sampai akhirnya kamu pergi lagi meninggalkanku. Tapi, aku masih ingat rasanya. Rasanya jatuh cinta. Jatuh cinta sama kamu. Iya, kamu. Lelaki tampan dengan kumis tipis dan kulit sawo matang. Tak pelak kacamatamu itu, membuatku semakin terhipnotis ke dalam dirimu.


Kamu pernah datang ke duniaku, dua tahun yang lalu selama tiga minggu. Tiga minggu yang mengesankan, menurutku. Aku juga masih ingat bagaimana rasanya. Rasa ketika kamu mengacuhkanku dan akhirnya pergi. Namun, selama tiga tahun ini kita terus terjebak dalam satu kelas yang sama. Inikah permainan takdir? Membiarkanku merasakan sakitnya melihatmu bercanda tawa dengan wanita lain. Apa kuasaku? Tak ada. Status kita hanya sekedar sebagai teman yang sangat dekat. Ya, mungkin sahabat.

Sabtu, 05 Mei 2012

Selamat Jalan!

Mahar tergesa-gesa mengejar detik demi detik waktu. Tetap, Mahar terkalahkan oleh waktu. Entah, sudah berapa lama Nadira mencari batang hidung Mahar di ujung sana. Mungkin, lelaki lain sedang mencumbunya sekarang.

Dan tepat dua belas menit dua puluh delapan detik sudah Mahar menanti ajakan angkutan kota untuk dinaiki. Akhirnya Mahar memutuskan mencari jasa pengendara kendaraan roda dua. Tak lama, Bapak berbaju lusuh --tukang ojek-- langganannya lewat. Bapak pengendara itu menawarkan pelindung kepala pada Mahar, namun Mahar menolaknya. Ia sedang kesal, tak ingin ada benda yang mengganggu organ tubuhnya.

Pagi ini jalanan sedang menyempit, menyusahkan kendaraan yang sedang meraung-raung mengejar waktu. Mahar gelisah, menantikan celah agar dapat dilaluinya.

Pecandumu

Menghadap senja ia terpaku, tanpa mendongak ke arahku. Ia duduk beralaskan rumput, dibukit kecil yang manis itu. Tepat ketika senja sudah mencapai di ujung barat, ia memanggilku ke tempat kenangan itu. Tempat awal pertautan hati kita. Tempat awal mempersatukan langkah kita. Indah memang, mengalirkan kenangan-kenangan yang pernah singgah dalam memoriku.

Siluet wajahnya begitu manis ditatapku, membuat siapa saja ingin memilikinya sepenuh hati, beruntunglah aku menjadi abdinya. Dia keturunan Indonesia-Jerman, sangat berbeda dan eksotis. Matanya berwarna biru telaga dengan bulu mata yang lentik, bibir mungil yang merah, rambutnya yang ikal dan tebal berwarna cokelat keemasan, kulitnya yang putih bersih dan halus membuatku tak henti memujanya.

Aku menggenggam tangannya, mengecupnya dan mendekapnya di dadaku.

Dewangkara

Bisakah kita hidup selamanya? Hanya kita. Aku dan kamu. Aku masih ingin menghabiskan banyak waktu denganmu. Mengukir nama kita di langit, menari bersama tiupan angin, menggantungkan harapan di pelangi, bernyanyi bersama bintang-bintang, dan terlelap di bawah naungan sinar bulan. Semua ingin aku lakukan bersamamu, hanya kamu.

Langit memadamkan apinya perlahan, menciptakan suasana tenang dan anggun. Bulan mulai tersenyum, mengalunkan senandung angin malam tanpa nada. Bintang-bintang mulai memaklumi aku dan kamu, dua anak remaja yang sedang digandrungi rasa saling suka. Akankah kebahagiaan ini selamanya mendatangi kita?



Tersusun kembali satu demi satu frasa yang dulu pernah kita hancurkan. Detik demi jam mulai berterbangan, mengukir memori yang sangat dalam di relung hati. Ego dan amarah mulai melukis hari-hari kita lagi, membuat rasa demi rasa sedikit demi sedikit mulai menua. Tapi tahukah kamu? Sekeras apapun kamu membenciku aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan pernah.

Jangan lari dari kenyataan ini, kenyataan bahwa kita masih dalam tahap penstabilan. Aku tahu kita masih di awal, tapi jangan pernah permainkan hatiku. Tetaplah disini untuk saling mengerti. Dan saling memiliki sampai waktu benar-benar tak sanggup menyatukan kita.

Dimanapun kamu, apapun yang sedang kamu lakukan, jangan pikirkan dia, mereka atau siapapun yang lebih kau sukai dari pada aku saat ini. Ini aku, lebih nyata dari mereka. Fokuskan hatimu, fokuskan kepadaku. Walau aku sendiri pun tidak mengerti perasaanmu yang sesungguhnya.






Jumat, 13 April 2012

Teman?


Malaikat tau kita tak akan selamanya bahagia. Tuhan pun bosan mengetik naskah datar tanpa klimaks. Tapi aku masih disini dan masih terus yakin dengan kebahagiaan yang seperti ini, kawan. Sendiri. 


Manusia-manusia bertopeng itu masih meracau liar, menutupi masalah dengan rona munafik ketika pihak berwajib mulai mencium sesuatu yang janggal. Padahal mereka melihat sendiri, para bajingan yang mencumbu para pelacur dengan ganas. Dulu kamu mengenggam tanganku lembut, meyakinkanku dengan jujur kalau kamu akan menemaniku menghadapi munafiknya dunia. Ternyata sama munafiknya, kamu meninggalkanku dalam keterpurukan. 

Jumat, 16 Desember 2011

Pori-pori besar? Siapa takut!

Hai, maap udah lama kagak mosting nih fufufu :3 biasa, modem gue ilang, dicaplok kucing gue yang kelaperan itu. Akhirnya dengan berat hati gue harus beli modem baru lagi *tajir* aniwei, berhubung gue denger temen gue sekarang banyak banget yang ngeluh kalo pori-porinya jadi besar! Wew.. Kayaknya gue mau bagi-bagi saran deh buat temen-temen cewek disana. Um... Ini sih menurut gue dan ibu gue ya, jadi maap kalo ada yang agak meleset -_-
Buat yang punya masalah dengan kulit wajah, terutama masalah pori-pori yang membesar biasanya penyebabnya itu:

1. Sering Begadang. Pasti sering begadang ya? Kata bang Rhoma juga jangan begadang kalo nggak ada artinya. Angin malem bisa ngerusak wajah kalian loooh.
2. Wajah Berminyak. Produksi minyak yang lebay di wajah itu bisa bikin pori-pori membesar juga, coba deh ubah pola makan dan pola hidup. Jangan makan makanan yang berlemak, jangan suka panas-panasan, jangan begadang dan lainnya.
3. Jarang Membersihkan Wajah. Nah, yang ini itu sangat berpengaruh buat wajah kalian. Karena, kalo nggak di bersihin, kotoran bakal mengendap di pori-pori. Coba deh rajin bersihin kulit wajah biar sel-sel kulit mati keangkat juga.


Jumat, 02 Desember 2011

WELCOME DESEMBER!!!

Halooooooo, maaf baru ngepost lagi nih. Biasa, sibuk hm.. Oke, sebelumnya gue ucapkan selamat menempuh hidup baru  menjalani bulan terakhir di Desember ini :D semoga bulan ini akan menjadi berkah buat kalian. Dan semoga kenginan kalian semua dapat terwujud, amin! Do'ain gue ya, tanggal 5 gue akan menempuh ujian akhir semester ganjil T_T semoga tidak ada remedial dan semoga dapat nilainya memuaskan, amin!!!!!
Ah ya, bagaimana hari ini? Menyenangkan? Syukurlah.. Hari ini temen gue ada yang ulang taun loh! Siapa coba? Iya itu, Muhammad Ega Simatupang! Hari ini dia ulang taun yang ke...... 14 atau 72 taun gitu gue lupa. Hari ini Ega sepertinya tersiksa sekali ya... Banyak ditampar dan sempat dijadikan 'alat gesek'. Tapi Alhamdulillah, Ega berulang taun di hari Jum'at yang sedang hujan. Semoga, semoga dan semoga ya Ga :D
Oh ya, berhubung ini bulan baru jadi gue ada wishlist nih, kalo mau baca harus mau bilang amin ya!!!!!

Minggu, 06 November 2011

HAPPY IED 1432 H!

Maap maap aja ni yak gue baru ngepost lagi, maklum anak sekolah gitu jadi ya kagak ada waktu. Gue sibuk banget nih, sibuk syuting, les drum, trus main bola. Ya, udah kelas IX, sibuk belajar buat nyari SMA Negeri. Kan susah kalo gak belajar tapi pengin SMA Negeri...

AH! Ya, Selamat hari raya Idul Adha 1432 Hijriyah ya, semoga amal ibadah shaun the sheep diterima disisiNya. Semoga taun depan bisa ketemu lagi ya :) amin. Selamat makan daging!

Kamis, 01 September 2011

 
Images by Freepik