Sabtu, 11 Juni 2011

My Lil' Dream

Aku pernah bermimpi, mimpi ini tentang seseorang. Siapa yang ada dipikiran kalian? Bukan, bukan Rai. Dia sudah tak ada dalam pikiranku lagi, entahlah, biarkan saja dia pergi. Mimpi ini tentang seseorang yang dulu aku tak ketahui namanya, bahkan mengenalnya pun tidak. Jadi, dulu aku belum pernah sadar tentang keadaannya. Mimpi ini terjadi sekitar 2-3 bulan yang lalu.


Ini dia mimpi itu...
Entahlah, tiba-tiba aku sudah didalam ruangan besar sederhana dengan gaya victoria namun ada tambahan gaya modernnya. Ya, seperti ruangan pada umumnya yang terdapat pintu, jendela, lemari, meja kerja, dan lampu kecil. Di ruangan itu juga terdapat piano, gitar, saksofon (saxophone), suling, drum, dan alat musik lainnya. Aku sedang memainkan piano dengan lagu-lagu klasik tahun 80-an. Aku memainkannya dengan lembut, menikmati setiap alunannya, memainkannya seperti terjebak dalam fantasiku sendiri, padahal dalam dunia nyata aku tak pernah bisa bermain piano.


Aku bahagia dengan suasana seperti itu. Sepi, lembut, dan menyenangkan. Seperti tak ada beban yang harus ku tanggung waktu itu. Ketika aku sedang larut dalam kesenanganku, pintu tiba-tiba terbuka dan menyadarkanku dari fantasiku. Seorang lelaki dengan tubuh jangkung sedang berdiri diambang pintu. Kontan aku kaget, aku tak mengenal siapa lelaki itu. Apa yang dia lakukan disini? Menganggu saja, pikirku.

'Hai' sapanya lembut, 'hai, siapa kau?' balasku dengan wajah ramah dipaksakan. 'perkenalkan, aku adalah pemilik benda-benda ini. Namaku Irham' 'Hai, aku Ami :) senang berkenalan denganmu' 'Baiklah, apa yang kau lakukan disini?' 'Entahlah, aku tak tahu aku berada dimana' 'Ah baiklah, kurasa tadi aku mendengarmu bermain piano. Apakah aku salah dengar?' 'Tidak, kau tidak salah dengar, aku yang memainkannya tadi', jawabku dengan yakin.

Terlihat ada sedikit keraguan namun senang diwajahnya. 'Baiklah, permainanmu bagus sekali tadi. Tapi ku akui masih ada sedikit nada yang meleset' 'Ah! Benar, aku terlalu larut dalam fantasiku sehingga aku tak memperhatikan ketukan nadanya' jawabku dengan tersenyum malu. Dia tertawa kecil! Ah ada perasaan lain saat aku mendengar tawanya itu, apakah ini? 'Lain kali jika sempat akan ku ajarkan padamu trik-trik yang lain' katanya sambil mengumbar senyumnya itu. Aku tersadar dari lamunanku ketika memikirkan cara tertawanya tadi 'Ah baiklah, ku rasa kau sangat mahir bermain piano' 'Tidak semahir yang kau bayangkan, aku juga sedang belajar. Sama sepertimu' katanya.

Tiba-tiba.... Alarm ku berbunyi! Haaah... Saatnya bangun dan pergi kesekolah.
Dalam perjalanan kesekolah aku terus memikirkan Irham yang ada dimimpiku. Badan tingginya yang sedikit berisi dengan kulit gelap, rambutnya yang terlihat berminyak padahal tidak, suaranya yang masih belum matang, caranya tertawa dan caranya memandangku. Ah sudahlah, itu hanya mimpi, kataku menghibur diriku sendiri untuk menghilangkan bayangannya.



Beberapa hari setelah kejadian itu...
HAH!? DIA? Sungguh, itu dia! Iya, dia! Irham! Irham yang ada dimimpiku ternyata seniorku! Bagaimana bisa dia satu sekolah denganku? Apakah aku tak pernah menyadarinya? Ya Tuhan, selama ini aku terlalu terpagut oleh Rai sehingga tak pernah menyadari keadaannya. Dan benar! Namanya adalah Muhammad Irham Aditya, seperti dimimpiku. Teman-temannya memanggilnya Kecup, karena terdapat tanda lahir di dekat bibirnya seperti sehabis makan siomay dengan kecap yang tertinggal. Temanku menyarankanku agar aku berjalan ke depan dan mencoba mendekatinya, sudah lama dia menyuruhku dengannya tetapi hanya aku yang baru sadar. Aku merasakan ada sesuatu yang lain sejak mimpi itu datang... Ya, aku menyukainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Images by Freepik