Sabtu, 05 Mei 2012

Dewangkara

Bisakah kita hidup selamanya? Hanya kita. Aku dan kamu. Aku masih ingin menghabiskan banyak waktu denganmu. Mengukir nama kita di langit, menari bersama tiupan angin, menggantungkan harapan di pelangi, bernyanyi bersama bintang-bintang, dan terlelap di bawah naungan sinar bulan. Semua ingin aku lakukan bersamamu, hanya kamu.

Langit memadamkan apinya perlahan, menciptakan suasana tenang dan anggun. Bulan mulai tersenyum, mengalunkan senandung angin malam tanpa nada. Bintang-bintang mulai memaklumi aku dan kamu, dua anak remaja yang sedang digandrungi rasa saling suka. Akankah kebahagiaan ini selamanya mendatangi kita?



Tersusun kembali satu demi satu frasa yang dulu pernah kita hancurkan. Detik demi jam mulai berterbangan, mengukir memori yang sangat dalam di relung hati. Ego dan amarah mulai melukis hari-hari kita lagi, membuat rasa demi rasa sedikit demi sedikit mulai menua. Tapi tahukah kamu? Sekeras apapun kamu membenciku aku tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan pernah.

Jangan lari dari kenyataan ini, kenyataan bahwa kita masih dalam tahap penstabilan. Aku tahu kita masih di awal, tapi jangan pernah permainkan hatiku. Tetaplah disini untuk saling mengerti. Dan saling memiliki sampai waktu benar-benar tak sanggup menyatukan kita.

Dimanapun kamu, apapun yang sedang kamu lakukan, jangan pikirkan dia, mereka atau siapapun yang lebih kau sukai dari pada aku saat ini. Ini aku, lebih nyata dari mereka. Fokuskan hatimu, fokuskan kepadaku. Walau aku sendiri pun tidak mengerti perasaanmu yang sesungguhnya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Images by Freepik